Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah "saya pernah datang dan saya sangat penurut". Anak ini rela melepaskan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.
Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.
Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.
Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.
Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.
Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.
Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia. Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.
Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit.
Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.
Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”.
Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”
Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”.
Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.
Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yang berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini”. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.
Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.
Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-email bahkan menulis: “Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.”
Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat.
Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perempuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.
Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.
Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.
Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati”. Yu Yuan kemudian berkata: “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”
Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.
Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong, Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. “Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. "Biar mereka lekas sembuh”. Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.
Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis.
Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.
Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakkanlah kedua sayapmu. Terbanglah…” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.
Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.
Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.
Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah: Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.
Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.
Kesimpulan:
Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia.
Walaupun hidup serba kekurangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.
Sahabat .. semoga kita semua mendapat hikmah besar dari cerita diatas...
Jika Sahabat ingin berbagi dengan teman-teman kalian silahkan share notes ini..
Terimakasih telah membaca...
~HIDUP INI INDAH~
ENGLISH VERSION
The story of a beautiful little girl who has a pair of beautiful eyes and hearts of naive innocent. He is an orphan and only got to live in this world for eight years. One last sentence which he had left on his tombstone is "I've come and I am very obedient." This child is willing to let go of treatment, whereas before he has a medical fund as much as 540,000 dollars obtained from the assembly of Chinese all over the world. And divides the funds into seven sections, which were distributed to the seven children who also are struggling with death. And he's willing to let go of treatment.
Once born she had no idea who his biological parents. He only has a daddy who adopted him. His father was 30 years old who reside in the province of Cuan She Liu Suang district, city Sang Yun Zhen Xin Ya Chun Er Cu. Because of the poor, so long as he has not found her life partner. If you still have to adopt this little boy, probably no more people who want spoken by him. On November 30, 1996, 20 th 10 Lunar months, is where his father found the child was above the expanse of grass, that's where his father found a small baby who is cold. At the time of finding this child, on his chest there is a small card written, November 20, at 12.
Seeing this little boy crying in a voice crying has begun to weaken. Daddy think if no one is watching, so whenever this baby could die. With a heavy heart, his father hugged the baby, with a sigh and said, "I eat anything, then you also what I eat." Then his father gave him the name of Yu Yan.
This is the story of a young man who is not married who are raising a child, no Asi and also not able to buy milk powder, only able to feed the baby with the water starch (rice water). So from this little boy grow up to be weak and sickly. But this kid is very meek and very obedient. Successive seasons, Yu Yuan was growing and getting bigger and have exceptional intelligence. The neighbors often praised Yu Yuan is very smart, although from a small often sick and they loved the Yu Yuan. Amid the fear and anxiety of his father, Yu Yuan slowly growing up.
Yu Yuan who lived in distress was extraordinary, ranging from the age of five years, he has helped poor homework. Washing clothes, cooking rice and cut grass. Every thing he does well. She realized she was different from other kids. Other children have a pair of parents, while he only has a daddy. These families rely on her and papa who support each other. He must be an obedient child and can not make the poor become sad and angry.
By the time he entered elementary school, he himself was very understanding, must study hard and become a champion in school. This is what could make her daddy who is not educated to be proud of in his village. He never disappointed his father, he also sings to her daddy. Every funny thing that happened at his school told to her daddy. Sometimes she can be naughty by issuing the questions that are difficult to test her daddy.
Every time he saw his father smile, he felt satisfied and happy. Although it is not like other children who have a mama, but can live happily with my father, he was very happy. Starting from May 2005 Yu Yuan started having nosebleeds. On one morning as Yu Yuan was washing her face, she realized that the water washing her face was full of blood which was derived from his nose. In many ways it could not stop the bleeding. So his father took Yu Yuan to the village health clinic for an injection. But unfortunately from the injection site was also mengerluarkan blood and did not stop. Dipahanya start popping up red spots. The doctor advised his father to bring the Yu Yuan to the hospital for examination. Once arrived at the hospital, Yu Yuan did not get the number because the queue was long. Yu Yuan could only sit alone chair that long to cover his nose. Blood coming out of his nose like water continues to flow and memerahi floor. Because his father was not feeling then take a small basin to accommodate the blood coming out of nose Yu Yuan. It was not until ten minutes, a small basin has been filled with blood coming out of nose Yu Yuan.
Physicians who see these circumstances quickly brought Yu Yuan for review. After review, the doctor stated that the Yu Yuan exposed to malignant leukemia. Treatment is very expensive disease that requires a fee of $ 300,000. Began to worry his father saw his son lying weakly in bed. His father had only one intention is to save his son. With various ways to borrow money kesanak relatives and friends and it turns out, the money collected is very small.
His father eventually took the decision to sell his house which is the only treasure. But because the house is too dirty, in a short time could not find a buyer.
Seeing his father's sad eyes and cheeks that were increasingly thin. In the Yu Yuan heart feel sad. Yu Yuan One day her daddy's hand pulled, tears flowed when his words have not been ejected. "Daddy I want to die".
His father with a look that surprised to see the Yu Yuan, "You're only 8 years old why would die." "I am a child had picked up, everyone said my life worthless, does not fit with this disease, let me out of this hospital."
On 18 June, Yu Yuan representing his father who knew no letters, signed a certificate of maintenance release. Eight-year-old child was also regulate everything connected with the funeral itself. That same day after returning home, Yu Yuan who since childhood has never had a request, the day his father asked for an application to the two. He wants to wear new clothes and take pictures. Yu Yuan said to his father: "After I was not there, if I miss papa look to see this picture."
The second day, his father told aunt accompany Yu Yuan went into town and buy new clothes. Yu Yuan himself who chose the clothes she bought. Her aunt pick one skirt that is white with shades of red spots. So try and not willing to let go. Then the three of them arrive at a photo studio. Yu Yuan then wear new clothes to pose as beautiful as possible struggled to smile. However he tried to smile, in the end could not hold back her tears flowing out. If not for a journalist Chuan Yuan who worked in the newspaper Wan Bao Cheng Du, Yu Yuan would like a sheet of loose leaf from the tree and disappeared in the wind.
After knowing the circumstances of the hospital Yu Yuan, Chuan Yuan then write a report, tells the story of Yu Yuan in detail. Stories about children who were 8 years old pemakamakannya regulate itself and eventually spread throughout the city of Rong Cheng. Many people who are intrigued by a child who is sick, from the capital to a country that the whole world. They sent a message to all the world to raise money for this child. " A world of peace has become a powerful voice calling for everyone.
In just ten days, from the Chinese associations in the world just has to collect 560 000 dollars. Operating costs had been met. The point of Yu Yuan's life once again brought to life by loving everyone.
After that, the announcement of the fundraising was stopped but the funds continue to flow from around the world. Funds had been available and the doctors there to treat Yu Yuan. One by one gate difficulty of treatment have also been bypassed. Everyone's waiting for the day the success of Yu Yuan. There is a friend in-email even wrote: "Yu Yuan I expect my beloved kesembuhanmu and out of the hospital. I pray for quick return to school. I mendambakanmu can grow big and healthy. Yu Yuan beloved son. "
On June 21, Yu Yuan who have been let go of treatment and wait for death eventually brought back to the capital. Funds that have been collected, making this weak soul a hope and a reason to continue to survive. Yu Yuan eventually received treatment and he was suffering inside a glass door where he was treated.
Yu Yuan then lay in bed for an IV. Hardness of this little boy made everyone admire him. Physicians who deal with him, Min Shii said, in the course of the therapy will bring a very great sickness. At the beginning of Yu Yuan therapy often vomiting. But Yu Yuan never complained. The first time examine the spinal cord, needles are inserted from the front of his chest, but Yu Yuan did not cry and did not yell, did not even shed tears. Yu yuan from birth till death picked never got the love of a mother. When doctors Shii Yuan Yu Min offers to be his daughter. Tears flowed Yu Yuan unstoppable.
The second day when the doctor came Shii Min, Yu Yuan shyly call Mama called Shii. The first time heard the voice, Min Shii shocked, and then with a smile and replied, "Good Son". Everyone longed for a miracle and wait for moments when the Yu Yuan's life and recover. Many people come to visit Yu Yuan and many people ask about Yu Yuan of the email. During two months of Yu Yuan doing therapy and have been struggling through the nine doors of death. Ever have bleeding dipencernaan and always survived the disaster. Until the end of the body's white blood Yu Yuan was able to control. All the people were waiting for the good news of healing Yu Yuan.
But the side effects incurred by drug-drug therapy is very scary, especially compared with children of other leukemia. Physical Yu Yuan far very weak. After passing the physical operation of Yu Yuan is getting weaker.
On 20 August, Yu Yuan Fu Yuan asked the reporters: "Auntie why they want to donate funds to me? Ask the Yu Yuan told reporters. The journalist said, because they are all people of good heart. " Yu Yuan then said: "My aunt is also going to be people of good heart." Journalists and even then replied, "You're such a good person. Good people should help each other to be changed to the better ". Yu yuan from under her bed pillow to take a book, and given to the Fu Yuan. "Auntie is my testament."
Fu yuan shocked, very open and saw the letter turned out to Yu Yuan has set about his own funeral arrangements. This is an eight-year-old boy who is facing a death and above the bed to write three pages a will and is divided into six parts, with the opening, aunt Fu Yuan, and ended with goodbye auntie Fu Yuan.
In one article, the name Fu Yuan appeared seven times and still there are nine short term aunt journalists. Behind there is sixteen and this designation is the word after the Yu Yuan died. Please, And he also wanted to express thanks and goodbye to people who had been watching him through the newspapers. "See you auntie, we meet again in a dream. Please keep my daddy. And a little of this treatment funds could be distributed to my school. And say this is also the leader of the red cross. After my death, medical costs were distributed to people who are sick like me. "Let them get-well". The will was made Fu Yuan could not resist tears rolling down her cheeks.
I've come, I was very obedient, so the words that come out from the lips of Yu Yuan. On 22 August, because of bleeding dipencernaan nearly a month, Yu Yuan can not eat and could only rely infusion to survive. At first, trying to steal to eat, Yu Yuan took instant noodles and eat them. This makes the bleeding in the digestive Yu Yuan is getting worse. Doctors and nurses also provide emergency care as soon as possible and give an IV and blood transfer after seeing the bleeding Yu Yuan is very great. Doctors and nurses cried, too.
Everyone wants to help alleviate pederitaannya. But still can not help him. Yu Yuan who have suffered from the disease eventually die peacefully. All people can not accept this fact see a beautiful little angel like holy water. It has gone into the world another.
She Dikecamatan Chuan, an email was filled with cries brought the departure of Yu Yuan. Many are sending greeting commiserate with bouquets ditumupuk as high as mountains. There was a young man said quietly "The little boy, you're actually a little angel on the sky, kepakkanlah both wings. Fly ... "Thus the words of a young man.
On August 26, funeral held at Yu Yuan splatter. In front of the funeral home, many people stand up and cry escort Yuan Yu's departure. They are papa mama Yu Yuan Yu Yuan was not known during his lifetime. By Yu Yuan who suffered from leukemia and release the medication for others, then come papa mama from various regions who secretly brought the departure of Yu Yuan.
In front of his grave there is a photograph Yu Yuan who was laughing. Above his tombstone read, "I've come and I'm very obedient" (30 nov 1996-22 agus 2005). And a short trip across the back engraved Yu Yuan's life history. The last two sentences when he was alive has earned the warmth of the world. Rest my little girl, nirvana would be more cheerful in the presence of you.
Appropriate message from Yu Yuan, the remaining funds were donated 540,000 dollars to children with other luekimia. Seven children who received funding Yu Yuan is: Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Yu Zhang Jie, Gao Jian, Wang Jie. Seven small children who feel sorry for this all come from poor families. They are poor children who fights against death.
On 24 September, the first child to receive assistance from Yu Yuan Hua Xi hospital successfully performed the operation. A smile that floats were painted diraut the child's face. "I have been receiving assistance from your life, thank you brother Yu Yuan must have been to see us up there. Do not worry, later on the gravestone, we will carve it with the words "I've come and I'm very obedient."
Conclusion:
Thus a very inspiring story of our hearts. A small child who struggles to survive and eventually must face death from the pain. With the innocence and sincerity and devotion to his parents, finally getting tremendous response from the World.
Although life completely lack, He can give his love to others. Here's an example that we should have been able to do the same thing, do something meaningful for others, give a little warmth and attention to people in need. Personal and heart like this is called a loving person.
Friend .. hopefully we all get a big lesson from the story above ...
If a friend wanted to share with your friends please share these notes ..
Thank you for reading ...
LIFE IS BEAUTIFUL ~ ~





0 komentar:
Posting Komentar